skip to main | skip to sidebar

Sumber Belajar Bahasa Indonesia

Berlatih dan Berbagi

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Bin 7
  • Bin 8
  • Bin 9
Tampilkan postingan dengan label Kesastraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesastraan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2011

UNSUR EKSTRINSIK KARYA SASTRA

Diposting oleh SUMBER BELAJAR di 18.46 Label: Kesastraan
Unsur Ektrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik berperan sebagai unsur yang memengaruhi bagun sebuah cerita. Sebagaimana halnya unsur intrinsik, unsur ekstrinsik pun terdiri atas beberapa unsur. Menurut Wellek & Warren (1956), unsur ekstrinsikadalah:

Baca selengkapnya »
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kamis, 03 November 2011

UNSUR-UNSUR INTRINSIK KARYA SASTRA PROSA

Diposting oleh SUMBER BELAJAR di 11.36 Label: Kesastraan

 

Pengantar

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri.
Pada umumnya para ahli sepakat bahwa unsur intrinsik terdiri atas:
a. Tokoh
b.Penokohan
c. Perwatakan Tokoh
d.Tema
e. Amanat
f.  Latar/Seting
g.Alur
h.Sudut pandang
i.   Gaya penceritaaan/Gaya Bahasa

Baca selengkapnya »
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Selasa, 04 Oktober 2011

CITRAAN DALAM PUISI

Diposting oleh SUMBER BELAJAR di 19.26 Label: Kesastraan
Untuk memberikan gambaran yang jelas, untuk menimbulkan suasana, untuk membuat lebih hidup dan menarik, dalam puisi penyair juga sering menggunakan gambaran angan. Gambaran angan dalam puisi ini disebut citraan (imagery)
Citraan atau pengimajian adalah gambar-gambar dalam pikiran, atau gambaran angan si penyair. Setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji (image). Gambaran pikiran ini adalah sebuah efek dalam pikiran yang sangat menyerupai gambaran yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah objek yang dapat dilihat oleh mata (indera penglihatan). Citraan tidak membuat kesan baru dalam pikiran.

Baca selengkapnya »
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 31 Januari 2011

KESUSASTRAAN INDONESIA

Diposting oleh SUMBER BELAJAR di 21.08 Label: Kesastraan
Perkembangan Sastra Indonesia ( II )
 Pujangga Baru
Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual, nasionalistik dan elitis.
Pada masa itu, terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana, beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 - 1942), dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Karyanya Layar Terkembang, menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia. Selain Layar Terkembang, pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang.Angkatan ini juga disebut Anglkatan 30-an.
Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu :
Baca selengkapnya »
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

KESUSASTRAAN INDONESIA I

Diposting oleh SUMBER BELAJAR di 20.37 Label: Kesastraan

Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.
Baca selengkapnya »
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kamis, 20 Januari 2011

KARYA SASTRA PUISI

Diposting oleh SUMBER BELAJAR di 17.52 Label: Kesastraan

Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikakat oleh syarat-syarat tertentu. Puisi juga disebut bahasa terikat, padat, dan kaya makna . Pengertian ini berlaku untuk jenis puisi lama, namun puisi baru pun masih juga berlaku misalnya bentuk bait, larik, atau yang lain. Ditinjau perkembangannya karya puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru. Puisi lama berkembang sejak zaman kuno berbentuk mantra sampai kurun waktu tahun 20-an. Sementara puisi baru diawali dengan karya-karya puisi tahun 30-an dengan berkembangnya bentuk soneta yang diperkenalkan oleh Moh. Yamin  dan Rustam Efendy. Selanjutnya pada tahun 1945 Khairil Anwar memelopori dengan bentuk puisi yang lebih bebas. Bentuk puisi mutakhir dipelopori oleh Sutardji Qolsum Bahri . Bila dicermati puisi lama dan yang paling mutakhir pun tetap menampilkan bentuk bait atau larik.
PUISI LAMA
Ciri-ciri puisi lama:
Baca selengkapnya »
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Pengunjung Online

Artikel

  • Apresiasi Cerpen (1)
  • Apresiasi Puisi (1)
  • BIN 7 (1)
  • BIN 8 (14)
  • BIN 9 (2)
  • Drama (1)
  • Fakta Opini (1)
  • Kebahasaan (2)
  • Kesastraan (6)
  • Ketatabahasaan (3)
  • Majas (1)
  • Menulis (1)
  • Pidato (1)
  • Surat (1)

Bahan Ajar Terminati

  • KONJUNGSI DALAM BAHASA INDONESIA
    Konjungsi Konjungsi =kata penghubung=kata sambung Fungsi konjungsi menghubungkan : 1. kata dengan kata 2.kalimat dengan kalimat 3. paragraf...
  • UNSUR EKSTRINSIK KARYA SASTRA
    Unsur Ektrinsik Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi bangunan ata...
  • UNSUR-UNSUR INTRINSIK KARYA SASTRA PROSA
      Pengantar Unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Pada umum...
  • PENGEMBANGAN RPP KELAS VIII SM GENAP
    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 1-12 ) Sekolah                         : SMPN   Mata Pelajaran             : Bah...
  • Contoh : Menulis Rangkuman Isi Buku
    Standar Kompetensi: 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks, berita, slo gan/poster. Kompetensi Dasar: 12.1. Menulis ran...
  • Langkah Merefleksi Puisi
    Langkah merefleksi puisi ( memparafrase/memprosakan puisi) Carilah kata-kata bermakna konotasi/kata bermakna kias/makna lain/makna bu...
  • BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ULANGAN TENGAH SEMESTER SEMESTER GENAP ( PAKET C )
    1.        (1) Udara di Malang terasa dingin. (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya. (3) dinginnya udara di Bogor mencapai 24...
  • Contoh Penulisan Unsur Surat Resmi
    1 .  Kepala Surat    PEMERINTAH  KOTA  M...
  • UKK BIN PAKET B 2012
    ( Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat untuk soal nomor 1, 2, dan 3 )! Tapi itu pasti salah, mereka terjebak dalam dunia y...
  • Contoh : Cerpen Menarik untuk Pembelajaran Karakter
    Selamat Pagi Pak Guru! (Cerpen oleh : Ramdhani Nur) Yah, inilah dunia yang diciptakan Pak Guru pada generasinya. Menghormati dan menyayan...

Buku Tamu

Followers


KELAS BINAAN 1

KELAS BINAAN 2

KELAS BINAAN 3

Statistik Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

Belajar Mendongeng

Mengenai Saya

Foto saya
SUMBER BELAJAR
Malang, Jawa Timur, Indonesia
Sumber Belajar adalah alternatif media belajar bagi para siswa tentang mata pelajaran bahasa Indonesia yang dipilih dari berbagai sumber dengan topik-topik yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku
Lihat profil lengkapku

PENGEVIEW TIDARVI


Piketnol Jembatan Lawas

Cari Blog Ini

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Shies Adja | Shies Adja